KESANTUNAN DALAM KEHIDUPAN MANUSIA YANG BERBUDAYA

Zawawi Imron

Abstract


Abstrak:
Jatidiri manusia terletak pada moralitasnya berupa kearifan budaya dan kefasihan estetika. Moralitas itu yang membedakan [kemuliaan] individual manusia dan makhluk Tuhan lainnya. Ungkapan reflektif ini seringkali disuarakan oleh nurani seniman/budayawan yang tanpa kenal lelah menumbuhkan ekspresi, kreasi, dan produksi karya seni yang memadukan olah pikir dan olah rasa. Dalam beragam bentuknya, sajian karya seni sering disalahpahami sehingga mengalami pelarangan, pencekalan, dan bahkan pemasungan. Walaupun begitu, kreasi hasil karya seni tidak dapat dikubur karena dia berdimensi kebenaran estetik dan suara-sakral nurani kemanusiaan. Karenanya, kebebasan ruang kreativitas perlu dibuka-lebar bagi seniman/budayawan agar mereka memiliki kearifan untuk memunculkan atau malah menguburkan karya seni sebagai sajian yang memiliki keayakan. Dalam spirit itulah artikel ini disajikan sebagai bagian dari upaya menuju kearifan budaya dan estetika menjadi manusia yang
bermoralitas sejati.


Kata kunci:
budaya, santun, estetika, seni, kemanusiaan


Full Text: Full Teks

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL KARSA STAIN PAMEKASAN
Gedung Pelayanan Akademik Lantai I STAIN Pamekasan  
Jl. Pahlawan (Raya Panglegur) km. 04 Pamekasan Madura. Telp. (0324)333187 fax 322551
home page http://karsa.stainpamekasan.ac.id  e-mail : jurnal.karsa@gmail.com